Mengenal Penyakit Sistemik: Jenis Jenis dan Contohnya

Istilah kata sistemik banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Seperti misalnya digunakan dalam penyusunan artikel, jurnal maupun yang lainnya. Namun tahukah Anda apa itu sistemik?

Sistemik dalam artian umum dan dalam bidang kesehatan ternyata memiliki arti yang berbeda. Dalam artian umum sistemik dapat diartikan sebagai suatu hal yang berhubungan. Lalu apa arti sistemik dalam kesehatan? Simak informasi lengkapnya dalam artikel ini.

Apa Itu Sistemik dalam Kesehatan?

Arti Sistemik Dalam Kesehatan
Arti Sistemik Dalam Kesehatan

Sistemik dalam dunia kesehatan dapat diartikan sebagai suatu penyakit yang dapat mempengaruhi tubuh secara umum. Penyakit ini menyerang bagian tubuh tertentu namun memberikan dampak juga bagi bagian tubuh lainnya. Penyakit sistemik ada beragam jenisnya. Mulai dari penyakit sistemik yang menyerang sistem saraf, hormon, dan yang lainnya.

Jenis Penyakit Sistemik

Setelah mengetahui arti sistemik dalam kesehatan, Anda juga perlu mengetahui jenis penyakit sistemik. Dengan mengetahui jenis penyakit sistemik maka Anda dapat lebih berhati-hati dalam mengatur pola hidup agar selalu sehat dan terhindar dari penyakit sistemik. Berikut ini beberapa jenis penyakit sistemik yang banyak terjadi di Indonesia.

1. Diabetes Melitus

Diabetes melitus merupakan salah satu jenis penyakit sistemik yang mengganggu sistem metabolisme tubuh. Penyakit ini dapat terjadi karena kadar gula dalam darah yang tinggi. Diabetes melitus merupakan penyakit sistemik karena dapat menyebabkan komplikasi pada bagian tubuh lainnya.

Alat Pengukuran Gula Untuk Penyakit Diabetes
Alat Pengukuran Gula Untuk Penyakit Diabetes

Diabetes melitus dapat menyebabkan terjadinya penyakit kardiovaskuler, stroke, penyakit ginjal kronis, borok kaki, kerusakan saraf, kerusakan mata, dan gangguan kognitif. Karena dampaknya yang luar biasa ini, maka Anda perlu mengetahui tanda-tanda dari adanya penyakit sistemik diabetes melitus yaitu sering buang air kecil, rasa haus yang meningkat, dan nafsu makan yang meningkat. Jika Anda merasakan adanya tanda tersebut, maka sebaiknya segera pergi ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan kadar gula darah. 

2. AIDS

AIDS juga termasuk penyakit sistemik yang disebabkan oleh adanya infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV). Pada kasus AIDS, seseorang tidak mengalami gejala yang berat pada awalnya hanya seperti mengalami flu. Namun, lambat laun virus mengalami masa inkubasi dan akhirnya berkembang di dalam tubuh penderita. Dikatakan penyakit sistemik karena AIDS dapat menyebabkan gangguan sistem kekebalan tubuh, meningkatkan risiko terkena infeksi seperti TBC, dan tumor. 

Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mencegah penularan penyakit AIDS ini diantaranya adalah dengan melakukan seks aman, menggunakan jarum suntik sekali pakai, melakukan prosedur kesehatan dengan kondisi steril, dan yang lainnya. 

3. Rheumatoid Arthritis

Rheumatoid arthritis tergolong penyakit sistemik yang menyerang bagian persendian. Adanya penyakit ini dapat membuat sendi menjadi kaku, bengkak, dan nyeri. Penyakit ini termasuk penyakit sistemik karena dapat mempengaruhi bagian tubuh lainnya, seperti kulit, mata, paru-paru, jantung, saraf, dan darah.

Rheumatoid arthritis juga dapat mengakibatkan menurunnya jumlah sel darah merah, terjadinya peradangan di sekitar paru-paru, dan peradangan di sekitar jantung. Namun sayangnya penyebab dari Rheumatoid arthritis belum diketahui sehingga belum diketahui juga langkah pencegahan yang dapat dilakukan agar terhindar dari Rheumatoid arthritis.

4. Hipotiroidisme

Hipotiroidisme merupakan jenis penyakit sistemik yang disebabkan karena kekurangan hormon tiroid. Hipotiroidisme dapat menyebabkan beberapa macam gejala seperti kemampuan yang buruk untuk mentolerir dingin, perasaan mudah lelah, sembelit, detak jantung lambat, depresi, dan penambahan berat badan. Selain itu, dalam kasus hipotiroidisme juga terkadang membuat leher menjadi bengkak karena adanya gondok. Salah satu upaya pencegahan yang bisa dilakukan untuk mencegah hipotiroidisme adalah dengan mengkonsumsi garam beryodium.

Related articles: